selamat mengunjungi blog saya……..semoga anda puas dan jangan lupa tinggalkan comment ya………

selamat mengunjungi blog saya……..semoga anda puas dan jangan lupa tinggalkan comment ya………
Inspiration from Susan Boyle
Link : http://www.youtube.com/watch?v=9lp0IWv8QZY&feature=related
Susan Boyle: My definition of actualizing potential by allowing the energy
of the universe to flow through you.
Susan Boyle: One small person amazing, inspiring, and energizing the world.
Susan Boyle: The Imponderable, Improbable, even Impossible Dream
empowering us all to reach and achieve.
Susan Boyle: Her wondrous spirit washed over that hall in a flash,
enveloping everyone, lifting them up, and filling their hearts.
Susan Boyle: One moment. One person. One act of open surrender to
what’s truly possible.
Susan Boyle: The power to change a face. The power to melt a heart.
power to cover the earth with belief. From one small village.
Susan Boyle: The immense, incalculable power of inner vision, humility,
persistence, and play.
Susan Boyle: Our living lesson that when life provides a stage,
sing your heart out, and prepare to be blessed!
Bersyukur

Dalam kehidupan ini kita sering dihadapkan pada kondisi yang tidak menyenangkan bagi kita..hidup terasa tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kondisi tersebut sering membuat kita lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan anugrah yang telah tuhan berikan kepada kita.
Misalnya, kita hanya dapat mendapat nilai B saat kuliah, sementara teman kita ada yang mendapat nilai A. padahal kita telah belajar dengan rajin. Tentu saja dalam hati kita akan merasa bahwa perjuangan kita sia-sia. Tapi kita tidak sepantasnya begitu. Kita seharusnya mencoba untuk melihat dari sisi yang lain.. kita harus melihat masih banyak teman yang mendapat nilai yang lebih jelek dari kita. Banyak orang berkata bahwa kita harus selalu menjadi yang terbaik. Kita harus selalu melihat contoh teman-teman kita yang berhasil. Hal tersebut membuat kita menjadi selalu tidak puas.karena diatas langit selalu ada langit lagi. Oleh karena itu, mengapa kita tidak berhenti sejenak kemudian menengok ke bawah. Banyak juga orang yang menginginkan posisi atau keadaan kita.Banyak orang yang lebih menderita dari pada kita. Dengan begitu kita menjadi bisa lebih menikmati hidup dan tidak begitu tertekan oleh keadaan.
Saya memiliki suatu cerita. Pada suatu hari saya pulang dari kampus pada siang hari bolong. Matahari bersinar dengan teriknya.. dalam perjalanan saya selalu mengeluh, kenapa saya harus berjalan kaki disaat sepanas ini..badan sudah mandi keringat pikiran sudah capek. Wah, pokoknya menurut saya, saya sangat menderita saat itu. Saya adalah orang yang paling sengsara menurut saya. Tetapi tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya, saya seharusnya bersyukur, bisa menikmati hari yang cerah ini. Saya bisa melangkahkan kaki saya dengan bebasnya. Sementara itu, ada orang yang tidak bisa menggerakan kaki.. mereka hanya bisa melihat orang lain berjalan dengan enaknya dari kursi roda atau ranjang mereka. Mereka sangat berharap suatu hari bisa berjalan menikmati siang hari yang cerah. Saya pun tertegun…benar juga ya, kenapa saya harus selalu mengeluh. Saya harusnya bersyukur karena masih bisa melangkahkan kaki dengan bebasnya dan menikmati teriknya matahari. Bayangkan bila matahari tidak bersinar..saya jadi teringat bila musim hujn..matahari bisa tidak bersinar selama seminggu karena selalu mendung. Pada saat mendung tersebut saya sangat merindukan matahari.
Biarlah saya berjalan kaki.hitung2 bisa menyehatkan badan. Kalo matahari bersinar dengan terik, tinggal pake jaket saja. Sekali lagi, hidup itu sebenarnya selalu indah, hanya saja terkadang kita tidak bisa melihat dimana keindahannya.
halo semua..salam kenal……
Saya Dominikus Andoko sering dipanggil Dodok.
Saya kuliah di Teknik Kimia UNDIP, Semarang, Indonesia
Selamat melihat-melihat isi blog saya ya….
Saya masih dalam taraf pemula dalah hal blogging.
Jangan lupa beri kritik dan saran agar blog saya bisa makin maju….
terima kasih..
Salam hangat,
Dodok
Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.
“Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya” ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.
dengan tersenyum nenek menjawab, “makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya”
“Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian, benar-benar sulit dipercaya” si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dengan nikmat mangga dihadapannya.
Nenek melanjutkan berkata, “Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam”.
Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun. Melihat tingkah si cucu.
sang nenek menyela “Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti buahnya. Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?”. “Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang kesini, semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas” . Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.
Pembaca yang luar biasa…
Hukum alam pada kisah nenek dan cucuknya tadi mengajarkan pada kita 2 hal.
1. Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.
2. Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.
Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti.
Sumber: Bibit Mangga oleh Andrie Wongso